Makanan apa * Yang Membutuhkan 2. Pengolah Makanan?

Penelitian menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisa bivariat ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku hygiene dan tidak ada hubungan masa sikap dengan perilaku health pengolah makanan. Disarankan untuk Instalasi Gizi, meningkatkan pendidikan tenaga pengolahan makanan dengan rutin mengadakan penyuluhan cleanliness sanitasi makanan, melengkapi sarana dan prasarana serta menaikkan pengawasan kinerja atau perilaku tenaga pengolah makanan. Griya Sakit sebagai sebuah institusi kesehatan memiliki fungsi memberikan pelayanan penyelenggaraan makanan tuk pasien. Saran yang menghasilkan diberikan untuk membantu menaikkan manajemen hygiene pengolah makanan di intalasi gizi Rumah Sakit Labuang Baji Makassar diantaranya, perlunya kerjasama serta disiplin yang baik antara pimpinan dan tenaga pengolah makanan.

Efek yang ditimbulkan dikarenakan mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dapat retjadi selakuala, menurut, langsung maupun dalam jangka waktu yang lama. Efek yang terjadi dalam jangka pendek misalnya mengakibatkan keracunan, alergi dan penyakit tertentu. Sedangkan efek yang timbul dalam jangka waktu musgo adalah timbulnya penyakit tidak menular tertentu, misalnya hypertensi, diabetes melitus, kangker, gagal ginjal dan penyakit lain. Sedikitnya ada empat aspek tang yang mempengaruhi hadirnya makanan sehat dan gak sehat, yaitu faktor posisi pengelolaan makakan, peralatan pengolahan makakan, penjamah makanan serta bahan makanan itu sendiri.

Ke empaf faktor tersebut dapat dikenal dengan istilah prinsip hygiene sanitasi makakan. Terdapat 6 prinsip health sanitasi makanan dan minuman untuk menghasilkan makanan sehat dan aman. Enam prinsip tersebut adalah 1) pemilihan bahan makanan, 2) penyimpanan bahan makanan, 3) pengolahan makanan, 4) penyimpanan makanan jadi, 5) pengankutan makanan, dan 6) penyajian makanan. Strategi pelaksanaan kegiatan di sini. terdiri dari pendekatan teknologi, bisnis, dan pendekatan kearifan lokal. Pendekatan teknologi dilakukan melalui pemanfaatan teknologi pengolahan pangan.

Hal ini dilakukan dengan mengubah bentuk asli pangan lokal yang telah ada di masyarakat dan memperkaya nilai gizi yg terkandung didalamnya melalui fortifikasi atau penambahan kandungan gizi lain secara instan. Pendekatan bisnis dilakukan dengan ragam industrialisasi berbasis korporasi, peningkatan kuantitas produksi dan pemasaran.

Sedangkan pendekatan kearifan domestik dilakukan dengan mempertahankan kearifan lokal terhadap budaya ragam pangan setempat namun masih memperhatikan higienitas dalam rédigée produksi. Selain itu, penting dilakukan sosialisasi dan promosi kepada masyarakat agar timbul kepercayaan diri bahwa ragam konsumsi pangan lokal merupakan hal sangat bijaksana buat dipertahankan baik dari sisi kesehatan maupun pelestarian budaya. Begitu pula dengan makanan yang harus bersih lalu pengolahannya juga tepat. Pada pengelolaan makanan, ada six prinsip yang harus diperhatikan yaitu keadaan bahan makanan, cara penyimpanan bahan makanan, proses pengolahan, cara pengangkutan makanan yang telah dimasak, cara penyimpanan makanan masak dan cara penyajian makanan masak. Peralatan makanan serta minuman dapat dipergunakan seperti piring, gelas, mangkuk, sendok atau garpu juga disyaratkan dalam keadaan bersih. Selain itu, peralatan yang sudah retak, gompel atau pecah selain dapat menimbulkan kecelakaan juga menjadi sumber pengumpulan kotoran karena tidak akan dicuci sempurna dan kita bukan diperbolehkan menggunakan kembali peralatan yang dirancang hanya tuk sekali pakai. FOOMA diselenggarakan oleh berbagai produsen mesin pengolah makanan Jepang dan asosiasi tunggal untuk industri mesin pengolahan makanan Jepang di Jepang.

Kegiatan PIPL dilaksanakan dalam rangka mendukung percepatan peningkatan penganekaragaman pangan penduduk berbasis pada potensi sumberdaya lokal di daerah. Penerima manfaat kegiatan ini ialah kelompok usaha yang bergerak di bidang pengolahan pangan pada skala usaha industri. Kelompok UMKM/Gapoktan yang ditetapkan akan mendapat bantuan untuk proses produksi atau pengolahan mulai dari bahan baku, mesin peralatan, pengemasan, hingga uji kelayakan produk. Produk yang dihasilkan merupakan produk pangan lokal yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat sebagai pangan pokok dalam memangkas konsumsi nasi. Makanan ialah salah satu kebutuhan primer manusia untuk dapat nelangsungkan kehidupan disamping kebutuhan sandang dan papan. Agar kelangsungan hidup dapat terpenuhi diperlukan makanan yang sehat pada pengertian mengandung niai gizi, tidak tercemar oleh mikroba dan bahan-bahan berbahaya sebagainya.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>